PANDI Bersama FTII dan ASPILUKI Kembali Gelar developerday.id 2026

Jakarta, 27 Juli 2026 — Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) kembali menginisiasi penyelenggaraan developerday.id 2026 bersama Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) dan Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI).
Tahun ini menjadi kali kedua developerday.id diselenggarakan sebagai wadah untuk menemukan, membina, dan mempertemukan talenta teknologi Indonesia dengan komunitas, industri, serta calon investor. Kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PANDI, FTII, dan ASPILUKI pada 27 Juli 2026.
Ketua PANDI, Isnawan, optimistis developerday.id dapat berkembang menjadi kegiatan teknologi unggulan yang melahirkan talenta terbaik Indonesia.
“Kami ingin menjadikan developerday.id sebagai event ikonik dan rujukan bagi para pengembang lokal, sekaligus menjadi ruang yang mempertemukan developer dengan calon investor,” ujar Isnawan.
Ketua FTII, Andi Budimansyah, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap developerday.id dapat menemukan talenta-talenta Indonesia yang mampu menghadirkan inovasi bagi masyarakat dan bersaing di tingkat global,” kata Andi.
Ketua ASPILUKI, Irwin Day, menilai pertumbuhan sektor aplikasi menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pengembang perangkat lunak nasional. Nilai investasi sektor aplikasi pada 2025 disebut mencapai sekitar Rp54,18 triliun, sementara Indonesia diperkirakan memiliki sekitar dua juta developer.
“developerday.id merupakan langkah baik yang perlu dilanjutkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kualitas dan daya saing pengembang Indonesia,” ujarnya.
Rangkaian developerday.id 2026 dimulai dengan masa pendaftaran pada 14 Agustus hingga 14 Oktober 2026. Proposal yang masuk kemudian akan melalui tahap seleksi pada 15–18 Oktober 2026.
Sebanyak 18 tim terbaik akan diumumkan pada 24 Oktober 2026 dan melanjutkan persiapan menuju kegiatan utama developerday.id 2026 yang akan diselenggarakan pada 10 November 2026.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan talenta dan produk teknologi Indonesia menuju APICTA Award 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Desember 2026.
Melalui penyelenggaraan kali kedua ini, PANDI bersama FTII dan ASPILUKI berharap developerday.id dapat memperkuat ekosistem inovasi digital nasional, meningkatkan daya saing pengembang Indonesia, serta membuka peluang lebih luas bagi karya teknologi Indonesia untuk dikenal di tingkat global.
Tentang PANDI
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) didirikan pada 2006 dan mendapat redelegasi dari IANA untuk mengelola domain .id pada 2013. PANDI merupakan perkumpulan yang terdiri atas berbagai pemangku kepentingan, seperti akademisi, pemerintah, serta operator industri internet. Per 31 Desember 2025, jumlah domain .id yang terdaftar mencapai 1.431.960 nama domain.
Kontak Media:
Rangga Danusa
Marketing Communication & Public Relation Manager PANDI
rangga@pandi.id
0819 0109 2006
Baca juga

ICANN87 Hadirkan Komunitas Internet Dunia di Bali
Bali, 19 Oktober 2026 – Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) menggelar Pertemuan Umum Tahunan ( Annual General Meeting/AGM ) 2026 di Bali pada 17–22 Oktober 2026. Pertemuan bertajuk ICANN87 ini mempertemukan komunitas internet dari berb…
Selengkapnya
Aksara Nusantara Makin Diakui Global, Jawa hingga Pegon, Jawi, Serang dan Buri Wolio Masuk Tahap Penting Digitalisasi
Jakarta, 5 Oktober 2026 — Upaya menghadirkan aksara Nusantara di ruang digital global terus menunjukkan perkembangan. Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) telah menerbitkan Second-Level Reference Label Generation Rules (LGR) untuk Aksar…
Selengkapnya
Tingkatkan Peran di Ekosistem, PANDI Inisiasi AI SIRT untuk Tangani Abuse AI dan Bangun Analitik.id
JAKARTA, 2 October 2026 — Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) berkomitmen untuk melakukan transformasi organisasi demi memberikan dampak yang lebih luas dan bermakna bagi ekosistem digital Indonesia. Tidak lagi hanya berkutat pada urusan teknis d…
Selengkapnya